Tim Redaksi Majalah Banua Presisi :

Bab 1 – Jumat Pagi yang Hangat di Balangan
Sinar mentari pagi menembus celah pepohonan di halaman Satpas Polres Balangan. Udara segar khas Banua masih terasa ketika jam menunjukkan pukul 07.30 WITA. Di halaman depan, beberapa petugas berseragam cokelat tampak menata perlengkapan pelayanan. Spanduk bertuliskan “Polantas Menyapa – Pelayanan Regident Dekat dan Bersahabat” terbentang lebar, menyambut masyarakat yang mulai berdatangan.
“Pagi ini kita bukan hanya melayani, tapi juga menyapa. Karena pelayanan terbaik berawal dari senyum dan komunikasi,” ujar IPTU (nama Kasat Lantas), Kasat Lantas Polres Balangan, membuka briefing pagi.
Suasana hangat dan akrab langsung terasa. Tidak ada jarak antara petugas dan warga; semuanya menyatu dalam satu semangat: melayani dengan hati.
Bab 2 – Latar Belakang Program: Dari Regulasi ke Aksi Nyata
Program “Polantas Menyapa di Bidang Regident” lahir dari semangat transformasi pelayanan publik yang dicanangkan oleh Dit Lantas Polda Kalsel.
Selama ini, urusan Registrasi dan Identifikasi (Regident) sering dianggap sekadar prosedur administratif — mengurus SIM, STNK, atau BPKB. Namun, Polres Balangan berupaya menjadikannya lebih dari sekadar kewajiban hukum: sebuah ruang komunikasi antara Polantas dan masyarakat.
“Kadang masyarakat punya kendala kecil, seperti data kendaraan tidak sesuai atau lupa jadwal pajak. Melalui kegiatan ini, kami ingin mendengar langsung keluhan mereka dan mencari solusi bersama,” ungkap Kasat Lantas.
Program ini juga menjadi tindak lanjut dari arahan Kapolda Kalimantan Selatan agar setiap satuan lalu lintas berinovasi menghadirkan pelayanan yang cepat, mudah, transparan, dan tentunya humanis.
Bab 3 – Dua Titik, Satu Semangat
Pada Jumat, 31 Oktober 2025, kegiatan dilaksanakan di dua lokasi utama: Satpas Polres Balangan dan Samsat Paringin.
Kedua tempat itu sengaja dipilih karena menjadi pusat pelayanan masyarakat di bidang Regident. Sejak pagi, petugas Regident telah menyiapkan berbagai perlengkapan sosialisasi: banner, brosur edukasi, serta leaflet panduan tata cara pembuatan SIM dan perpanjangan STNK.
Di Samsat Paringin, suasana ramai namun tertib. Masyarakat yang datang untuk membayar pajak kendaraan disambut dengan keramahan para petugas. Ada yang diajak berdialog, ada pula yang langsung diberi penjelasan terkait program digitalisasi pelayanan seperti e-Samsat dan Smart SIM.
“Kami ingin agar masyarakat tidak sekadar datang mengurus dokumen, tapi juga pulang membawa pengetahuan baru,” kata salah satu personel Regident dengan senyum.
Bab 4 – Edukasi dan Sosialisasi: Membangun Kesadaran, Bukan Sekadar Aturan
Salah satu fokus utama kegiatan ini adalah sosialisasi dan edukasi terkait pelayanan Regident. Banyak masyarakat yang belum memahami betul apa saja hak dan kewajiban mereka sebagai pemilik kendaraan.
Dalam sesi tanya jawab, seorang warga, ibu rumah tangga bernama Nurhasanah (42), menanyakan tentang proses balik nama kendaraan warisan. Petugas dengan sabar menjelaskan tahapan demi tahapan, sambil menunjukkan brosur bergambar yang memudahkan pemahaman.
“Biasanya kalau di kantor itu kita segan bertanya. Tapi hari ini beda, petugasnya aktif menyapa duluan,” ucapnya sambil tersenyum.
Sesi lain membahas keamanan data kendaraan, pentingnya memiliki SIM sesuai kategori kendaraan, hingga manfaat Smart SIM sebagai kartu identitas digital. Edukasi diberikan dengan gaya interaktif — ada kuis ringan berhadiah suvenir, hingga simulasi pembuatan SIM C bagi pengendara baru.


Bab 5 – Problem Solving di Lapangan
Tak jarang masyarakat menghadapi permasalahan terkait administrasi kendaraan: data tidak sinkron, kendaraan belum balik nama, atau dokumen yang tertahan karena kesalahan teknis.
Melalui kegiatan “Polantas Menyapa”, unit Regident hadir langsung memberikan solusi di tempat.
Seorang warga Paringin, Rahmat (33), mengaku senang bisa langsung menyelesaikan permasalahannya.
“Saya sempat bingung karena nomor mesin di STNK tidak sesuai dengan di kendaraan. Biasanya harus bolak-balik ke Banjarmasin, tapi hari ini langsung dibantu verifikasi,” katanya.
Langkah cepat ini menunjukkan bagaimana Polantas kini tidak lagi sekadar menegakkan hukum, tetapi juga menjadi problem solver di tengah masyarakat.
Bab 6 – Menyapa dengan Hati: Polantas Bukan Sekadar Petugas
Di sela kegiatan, suasana akrab terus terbangun. Anak-anak yang ikut orang tuanya ke Samsat tampak antusias melihat motor patroli dan berswafoto bersama polisi lalu lintas.
Petugas bahkan menyediakan area kecil untuk bermain sambil memperkenalkan rambu-rambu lalu lintas mini.
“Kalau sejak kecil mereka kenal dengan polisi yang ramah, besar nanti mereka akan lebih taat dan menghormati aturan,” ujar seorang anggota Regident sambil tersenyum melihat anak-anak tertawa.
Inilah semangat utama Polantas Menyapa: membangun kedekatan emosional antara aparat dan masyarakat, menumbuhkan rasa saling percaya, dan meneguhkan bahwa keselamatan adalah tanggung jawab bersama.
Bab 7 – Di Balik Layar: Disiplin, Empati, dan Sinergi
Kegiatan ini tentu bukan hal yang sederhana. Semua berawal dari persiapan matang — koordinasi antar-unit, pembagian tugas, hingga pengawasan langsung oleh Kasat Lantas.
Setiap anggota diwajibkan tampil rapi, sopan, dan komunikatif. Pendekatan “3S” (Senyum, Sapa, Salam) menjadi standar utama.
“Keberhasilan pelayanan bukan diukur dari berapa banyak SIM terbit hari ini, tapi dari seberapa nyaman masyarakat dilayani,” tegas Kasat Lantas.
Nilai-nilai SEtia (Soliditas, Empati, Taat, Ikhlas, Amanah) menjadi roh kegiatan. Semangat itu membuat suasana kerja terasa seperti keluarga — saling mendukung, saling mengingatkan.
Bab 8 – Dukungan Pimpinan dan Sinergi Antar Instansi
Program ini juga mendapat dukungan penuh dari Dir Lantas Polda Kalsel beserta jajarannya. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya pendekatan humanis dalam setiap layanan publik Polri.
Selain itu, sinergi juga dibangun dengan pihak Jasa Raharja, Bapenda, dan Dinas Perhubungan, terutama dalam peningkatan kesadaran masyarakat membayar pajak dan tertib administrasi kendaraan.
Kolaborasi lintas sektor ini memperkuat pesan bahwa pelayanan publik bukan tanggung jawab satu institusi saja, melainkan kerja bersama untuk kepentingan masyarakat.
Bab 9 – Hasil dan Dampak: Lebih Dekat, Lebih Percaya
Dari kegiatan tersebut, tercatat ratusan masyarakat mendapat manfaat langsung — mulai dari konsultasi Regident, perpanjangan SIM, hingga sosialisasi pajak kendaraan.
Lebih dari itu, kepercayaan masyarakat terhadap Polantas semakin meningkat.
“Dulu banyak warga berpikir urusan di kantor polisi itu rumit. Tapi sekarang kami merasa lebih nyaman,” kata seorang warga lainnya, Pak Jali (56), pemilik bengkel di Paringin.
Feedback positif seperti ini menjadi indikator keberhasilan program Polantas Menyapa: bukan hanya data dan laporan, tapi perubahan nyata dalam pola pikir masyarakat terhadap polisi.
Bab 10 – Refleksi: Menuju Polantas Banua Presisi
Kegiatan “Polantas Menyapa di Bidang Regident” bukan sekadar agenda rutin, melainkan sebuah refleksi perjalanan panjang Polantas menuju pelayanan Presisi, Modern, Dekat, dan Bersahabat.
Polres Balangan telah menunjukkan bahwa pelayanan publik bisa dilakukan dengan empati, inovasi, dan ketulusan.
Program ini diharapkan menjadi inspirasi bagi satuan lalu lintas lain di Kalimantan Selatan untuk terus menghadirkan pelayanan yang berbasis solusi dan kemanusiaan.
Karena di balik setiap SIM dan STNK yang diterbitkan, tersimpan tanggung jawab besar: menjaga keselamatan di jalan dan membangun budaya tertib berlalu lintas di Bumi Banua.
“Kami tidak hanya ingin masyarakat mengenal Polantas dari seragamnya, tapi dari ketulusannya dalam melayani.”
— Kasat Lantas Polres Balangan
POLRES BALANGAN SETIA
Soliditas – Empati – Taat – Ikhlas – Amanah
POLANTAS BANUA PRESISI, MODERN, DEKAT, DAN BERSAHABAT

