Balangan – Suasana Minggu pagi (09/11/2025) di Desa Riwa, Kecamatan Batumandi, terasa berbeda dari hari-hari biasanya. Sejak matahari baru saja menembus kabut tipis di langit Balangan, kawasan Masjid Al-Mujahidin sudah tampak ramai. Warga berdatangan dari berbagai penjuru, mengenakan pakaian terbaik mereka. Ada semangat, ada haru, dan ada kebanggaan — sebab pagi itu menjadi saksi penutupan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Suara Emas IX Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan, sebuah ajang yang tak hanya mengukir prestasi, tapi juga menguatkan nilai-nilai keagamaan di hati masyarakat Banua.





Namun, di balik lancarnya perhelatan akbar tersebut, ada sosok-sosok yang berdiri tegak menjaga ketertiban dan keamanan, memastikan setiap langkah acara berjalan damai dan khidmat — mereka adalah personel Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Balangan.
Dari Apel Hingga Siaga di Lapangan
Pagi itu, sebelum acara dimulai, halaman Polsek Batumandi menjadi tempat apel persiapan. Di bawah arahan Kasat Lantas Polres Balangan, personel Satlantas menerima pengarahan singkat mengenai pembagian tugas pengamanan, pengaturan arus lalu lintas, serta langkah antisipatif untuk menghadapi potensi kepadatan di sekitar area masjid.
Empat personel utama yang terlibat langsung dalam kegiatan pengamanan yakni Bripka David Arianto, Briptu M. Refaisal R., Bripda Aditya Rizky, dan Bripda Dimas Saputra, didukung pula oleh seluruh personel yang masuk dalam Sprin Pengamanan MTQ Suara Emas IX.
Mereka bergerak cepat menuju lokasi, dengan semangat melayani dan menjaga agar suasana khidmat tetap terjaga tanpa gangguan.
Setibanya di Masjid Al-Mujahidin, para petugas segera menempati titik-titik pengamanan yang telah ditentukan. Ada yang bertugas mengatur parkir, mengawal jalur keluar-masuk tamu, hingga memastikan keamanan di sekitar area kegiatan utama. Tak hanya menjaga, mereka juga membantu masyarakat yang membutuhkan — mulai dari menyeberangkan pejalan kaki, hingga membantu lansia yang datang menghadiri acara penutupan.
Kemeriahan dan Kekhidmatan di Penutupan MTQ
Acara penutupan MTQ Suara Emas IX berlangsung dengan penuh kehangatan dan nuansa religius. Lantunan ayat suci Al-Qur’an mengalun indah dari pengeras suara masjid, menenangkan hati setiap orang yang hadir. Bupati Balangan, jajaran Forkopimda, tokoh agama, dan para kafilah dari berbagai kabupaten/kota di Kalimantan Selatan turut hadir dalam kesempatan istimewa ini.
Sorak sorai tepuk tangan membahana saat diumumkan para juara dari setiap cabang lomba — bukan sekadar karena kemenangan, melainkan rasa syukur atas kebersamaan dalam menjaga tradisi islami dan kecintaan terhadap Al-Qur’an.
Di tengah keramaian tersebut, tampak personel Satlantas berdiri siaga. Senyum ramah mereka menghiasi wajah, menyapa masyarakat yang melintas, memastikan tidak ada arus kendaraan yang mengganggu kelancaran acara. Kehadiran mereka bukan hanya simbol pengamanan, tetapi juga bentuk nyata dari Polantas yang Presisi, Modern, Dekat, dan Bersahabat.
“Kami ingin masyarakat bisa menikmati acara ini dengan nyaman, tanpa khawatir soal keamanan atau kemacetan. Karena tugas kami bukan hanya mengatur lalu lintas, tetapi juga menjaga ketenangan masyarakat,” ujar Bripka David Arianto saat ditemui di lokasi kegiatan.
Masyarakat Menyambut Kehadiran Polantas
Tak sedikit warga yang menyampaikan apresiasi atas kehadiran personel Satlantas Polres Balangan. Beberapa pengunjung bahkan tampak berbincang santai dengan petugas, menanyakan jalur keluar terdekat atau sekadar berterima kasih atas bantuan mereka.
“Alhamdulillah, ramai tapi tetap tertib. Polisi sigap, semua diarahkan dengan baik. Jadi kami merasa aman dan nyaman,” ungkap salah satu warga Desa Riwa dengan senyum puas.
Suasana kebersamaan itu memperlihatkan wajah humanis kepolisian di tengah masyarakat. Di sela-sela pengamanan, para personel juga membantu panitia membersihkan area sekitar masjid setelah kegiatan selesai, menunjukkan kepedulian yang tulus dan rasa memiliki terhadap masyarakat yang mereka layani.


Akhir yang Indah dari Perhelatan Religius
Menjelang siang, acara penutupan MTQ Suara Emas IX berakhir dengan doa bersama, memohon keberkahan agar semangat membaca dan mengamalkan Al-Qur’an terus tumbuh di hati umat. Di saat yang sama, personel Satlantas masih tetap berjaga, mengatur arus kendaraan yang mulai meninggalkan lokasi.
Langit Desa Riwa yang mulai cerah seakan menjadi saksi keberhasilan kolaborasi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menyukseskan acara besar ini. Tidak ada kemacetan berarti, tidak ada gangguan keamanan, dan semuanya berjalan tertib hingga akhir.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa Satlantas Polres Balangan bukan hanya hadir di jalan raya, tetapi juga di setiap momentum kehidupan masyarakat — dari kegiatan sosial, budaya, hingga acara keagamaan.
Dengan semangat “POLANTAS BANUA PRESISI, MODERN, DEKAT, DAN BERSAHABAT”, jajaran Satlantas Polres Balangan berkomitmen terus menjaga keamanan, kelancaran lalu lintas, serta mempererat hubungan harmonis dengan masyarakat Banua.
Dari Desa Riwa yang tenang, gema tilawah MTQ Suara Emas IX perlahan mereda, namun semangat persaudaraan, religiusitas, dan ketertiban yang terbangun hari itu akan terus bergema di hati masyarakat Balangan.
Dan di balik kesuksesan itu — ada para petugas lalu lintas yang berdiri tegak, tersenyum, menjaga, dan selalu siap menjadi sahabat masyarakat di jalan kebaikan.






